Jijik !! Nenek Tua Membuka Warung Mee Dan Sangat Laris JualanNya … Tapi Selepas Mengetahui Siapa Sebenarnya Yang Memasak Menu2 Tersebut ,, Mereka Terus Memboikot Nenek Tersebut !!!

Jijik !! Nenek Tua Membuka Warung Mee Dan Sangat Laris JualanNya … Tapi Selepas Mengetahui Siapa Sebenarnya Yang Memasak Menu2 Tersebut ,, Mereka Terus Memboikot Nenek Tersebut !!!

Di suatu kota, seorang nenek 80 tahun bermarga Zhou membuka sebuah warung mie baru. Warungnya ini laku keras, rasa masakannya pun sangat enak dan membuat ketagihan. Tapi, tahukah kamu kalau mau makan mie buatan nenek Zhou ini ternyata membutuhkan perjuangan? Satu harinya, nenek Zhou hanya menjual 100 mangkuk mie, tidak lebih 1 mangkuk pun.

Banyak orang yang kemudian berkomentar, “Nenek ini sungguh mengesalkan, sengaja menyusahkan konsumen yang ingin membeli mie. Percuma rasanya enak, kita tidak usah ke sini lagi ya!”

Tapi, setiap harinya tetap saja banyak orang yang mengantri dari pagi untuk bisa menikmati mie buatan nenek Zhou. Nenek Zhou yang melihat antrian itu merasa sangat senang, “Saya tahu banyak orang ketagihan.”

Suatu kali, ada seorang konsumen yang membeli satu mangkuk mie dan kemudian diam-diam menyelinap menuju dapur. Nenek Zhou yang melihat hal itu langsung mencegatnya dan berkata, “Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak baca bahwa dilarang masuk ke dapur?”

Konsumen itu menjawab, “Aku cuma mau tambah 1 mangkuk mie. Memangnya apa yang disembunyikan di dapur sampai-sampai semua orang tidak boleh melihat ke dalam?”

Nenek Zhou berkata lagi, “Kamu bicara sembarangan! Restoran mana yang memperbolehkan konsumennya dengan mudah untuk masuk ke dapur? Apalagi di sini, bagaimana kalau kamu mencuri resep rahasianya?”

Semakin nenek Zhou berusaha mencegah orang masuk ke dapurnya, orang-orang malah semakin penasaran. Ada yang bilang pernah mendengar suara tangisan seorang wanita dari dalamnya dan lain-lain. Mereka kemudian membulatkan tekad untuk meluruskan semua kabar yang beredar ini dan ingin memaksa untuk meilhat apa isi dapur nenek Zhou sebenarnya.

Mereka lalu mendatangi warung mie nenek Zhou, “Kami semua penasaran dengan isi dapur nenek. Pokoknya hari ini kami harus masuk dan melihatnya!”

Selesai mereka mengatakan kalimat itu, tiba-tiba dari dapur terdengar suara seorang wanita yang menangis.

Nenek Zhou bergumam, “Mengapa dia harus menangis sekarang?”

Dengan enggan nenek Zhou membuka pintu dapur. Seketika orang-orang itu melihat seorang wanita yang sedang membuat adonan mie sambil menangis dan menyanyikan lagu yang tidak mereka mengerti.

Tiba-tiba ada seseorang yang berkomentar, “Mana bisa mempekerjakan orang gila di dapur?”

Nenek Zhou menjawab, “Ia berasal dari desa yang sama denganku. Tahun lalu suaminya meninggal dan ia sangat terpukul karenanya. Tapi mie buatannya sangat enak, karena itulah aku membuka warung mie ini. 100 mangkuk mie yang dijual per hari itu semuanya dibuat dalam pengawasanku dan aku jamin semuanya aman.”

Nenek Zhou menambahkan, “Semua mie yang dijual itu adalah mie yang dibuat saat ia belum mulai menangis, jadi benar-benar aman. Resep mie ini adalah ia dan suaminya yang menemukan, sehingga ketika membuat mie ini, ia bisa tiba-tiba teringat suaminya yang sudah meninggal dan ia akan langsung menangis. Karena itu aku membatasi hanya menjual 100 mangkuk saja per hari. Mie yang kena air mata ini tidak akan dijual kepada kalian, lihat saja, semuanya aku buang ke sini.”

Nenek Zhou kemudian menunjukkan sebuah tempat sampah besar yang berisi banyak adonan mie.

“Apakah kalian tahu bahwa hidupnya berkekurangan? Ia masih harus membesarkan seorang anak, sehingga memohon kepadaku agar membuka sebuah warung mie dan aku pun setuju. Sekarang, nasib warung ini aku serahkan pada kalian semua, apakah masih akan buka atau malah tutup.” Sebenarnya, nenek Zhou bahkan tidak mengambil keuntungan sepeserpun dari warung mie ini.

Orang-orang itu berkata, “Mie hari ini kami memang tidak mau makan, tapi besok dan seterusnya kami masih akan datang ke sini untuk makan.”

Begitulah warung mie itu tetap buka dan ketika anak wanita itu tumbuh besar, nenek Zhou dan wanita itu menutup warung mie. Sebelum pergi dari sana, anak wanitu itu membungkuk pada orang-orang dan berkata, “Terima kasih…”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*